03/09/2014

Lapis Talas "Sangkuriang" Perkaya Wisata Kuliner Bogor

Minggu, 09 Februari 2013 / potensi daerah / antara
Lapis Talas "Sangkuriang" Perkaya Wisata Kuliner Bogor
Ilustrasi Pedagang di Pasar/ANTARA

OTDANEWS.COM, Bogor - Pembina usaha kecil dan menengah (UKM) Doktor Ifan Haryanto, M.Sc. menyatakan bahwa oleh-oleh khas Bogor, yakni Lapis Talas "Sangkuriang", diyakini dapat memperkaya wisata kuliner di "Kota Hujan" itu.

"Produk UKM seperti Lapis Talas Bogor 'Sangkuriang' ini perlu mendapatkan dukungan dari pihak-pihak terkait. UKM ini selain memperkaya destinasi wisata juga membantu pemerintah daerah dalam mengatasi masalah pengangguran," katanya di Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Usai mengunjungi gerai oleh-oleh Lapis Talas Bogor "Sangkuriang" dan bertemu pemiliknya Anggara di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, dia menjelaskan bahwa usaha tersebut merupakan contoh sukses UKM yang membanggakan dan patut mendapatkan dukungan penuh dari warga Kota Bogor.

Menurut dia, selama ini, Bogor juga dikenal sebagai "Kota Talas" dan biasanya komoditas itu dijual berupa mentahan, yang bisa ditemukan di berbagai sudut dan jalan Kota Bogor.

"Namun, belum banyak yang melakukan pengemasan dan pengolahan secara kreatif, yang bisa mendatangkan nilai tambah ekonomi tinggi," kata doktor bidang ekonomi Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor itu.

Oleh karena itu, dia mengapresiasi langkah Anggara dalam mengolah talas sebagai makanan bernilai ekonomi tinggi.

Apa yang dilakukan Anggara, dinilai sebagai sebuah terobosan besar, yang memberikan banyak manfaat, baik bagi masyarakat maupun Kota Bogor.

"Kisah sukses Lapis Bogor dapat menginspirasi yang lain. Kita membutuhkan banyak figur wirausahawan model Kang Anggara, yang sangat peduli dengan Bogor," katanya.

Situs Bersejarah Ifan mengatakan, dengan kemasan yang dirancang secara khusus, yakni mencantumkan beberapa destinasi wisata Bogor dengan situs-situs bersejarah peninggalan Kerajaan Tarumanagara dan Pajajaran pada bungkusnya, membuat produk itu mempunyai ciri khas.

"Dengan 'packaging' khas itu, membuat oleh-oleh ini sangat menarik sehingga membuat pembeli puas dan bangga," katanya.

"Kehadiran oleh-oleh Lapis 'Sangkuriang' ini merupakan 'trademark' baru dunia pariwisata Kota Bogor, yang menjadikan Bogor sebagai 'surga' wisata kuliner, dan memperkaya aneka oleh-oleh dan jajajan khas Bogor," katanya.

Sementara itu, pemilik UKM itu Anggara menjelaskan bahwa berkat kehadiran usaha itu pihaknya dapat membuka lapangan kerja bagi 100 orang lebih warga Bogor.

"Alhamdulillah, berkat usaha kecil-kecilan ini, saya dapat mempekerjakan 100 orang lebih karyawan," katanya.

Sebagian besar karyawan yang direkrut Anggara berlatar pendidikan SDTT alias "Sekolah Dasar Tidak Tamat".

"Meski sebagian besar karyawan SDTT. Namun, dengan pembinaan dan pelatihan intensif, mereka dapat membantu kami dengan cukup baik," katanya.

Ia mengatakan bahwa usaha yang dirintis sejak dua tahun itu, kini telah berkembang sebagai salah satu UKM paling prospektif di Kota Bogor dengan omzet per hari rata-rata Rp100 juta.

Di gerai oleh-oleh Lapis Bogor "Sangkuriang" yang berlokasi di Jalan Pajajaran, Kota Bogor (seberang Bale Binarum), dan Jalan Sholeh Iskandar (seberang Yogya Dept Store) itu, penikmat wisata kuliner kini semakin memiliki banyak pilihan untuk berbelanja oleh-oleh khas Bogor.

Meskipun menggunakan bahan dasar talas, tetapi tekstur kuenya cukup lembut dengan aroma yang khas.

Dalam pengolahannya, lapis talas ini dikombinasikan dengan aneka "topping", yakni ada keju, cokelat, cappuccino, tiramisu, strawberry, blueberry, snow white, choco chip, rainbow chip, mint dan original.

Setiap hari, gerai UKM itu rata-rata bisa memproduksi hingga lebih kurang 350 boks dengan berbagai varian rasa dengan harga Rp25 ribu per boks.

Ia menegaskan bahwa proses pembuatan Lapis "Sangkuiang" tanpa menggunakan bahan pengawet sehingga hanya bisa bertahan empat hari dan bisa mencapai tujuh hari bila dimasukkan ke dalam lemari pendingin.

Selain mengolah talas menjadi lapis Bogor yang menjadi "trademark", kata dia, talas juga diolah menjadi kue brownies, bolu gulung, dan juga cake talas.

Konsumen oleh-oleh ini bukan hanya datang dari Bogor dan sekitarnya saja, melainkan dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. (ANTARA)

Dibaca : 688 kali
Terkait :