24/06/2018
Kamis, 01 Agustus 2013 | 15:25
seni & budaya - antara

Belum Waktunya Anak-Anak Ikut Kampanye

Belum Waktunya Anak-Anak Ikut Kampanye
Ilustrasi/ANTARA

OTDANEWS.COM, Semarang - Psikolog Probowatie Tjondronegoro menilai belum saatnya anak-anak dilibatkan dalam pelaksanaan kampanye pemilihan umum karena akan membahayakan, baik psikologis maupun keselamatannya.

"Misalnya, saat kampanye tiba-tiba terjadi kekerasan, kerusuhan. Anak-anak kan belum boleh lihat, belum waktunya lihat kekerasan karena tidak baik bagi perkembangan mentalnya," katanya di Semarang, Kamis.

Menurut psikolog yang menjabat Kepala Humas Rumah Sakit (RS) St Elisabeth Semarang itu, anak-anak yang pernah atau terbiasa melihat kekerasan akan memengaruhi cara pengambilan keputusan yang dilakukannya seperti yang dilihatnya.

Jadi, kata dia, mental anak akan terbentuk bahwa cara pengambilan keputusan harus seperti dengan kekerasan, sebab tindakan kekerasan yang pernah dilihatnya akan memengaruhi tindakan dan pola pikirnya.

"Mereka akan berpikir kalau diteriaki 'kudu' berantem (berkelahi), dan sebagainya karena terbiasa melihat hal itu saat kampanye. Apalagi, kampanye kan melibatkan emosi massa, bukan emosi orang per orang," katanya.

Emosi massa, kata dia, berbeda dengan emosi orang per orang karena berkaitan dengan orang yang sangat banyak sehingga dibutuhkan kesiapan secara emosional agar tak mudah tersulut oleh gesekan-gesekan.

Menanggapi wacana dibolehkannya anak-anak usia di bawah 18 tahun diperbolehkan ikut kampanye, ia menjelaskan seharusnya tetap ada pembatasan umur anak-anak yang diperbolehkan, setidaknya yang sudah masuk remaja.

"Usia remaja itu kan antara 12-18 tahun, mulai lulus SD itu sudah masuk masa remaja. Memang mereka dianggap belum bisa bertanggung jawab apa yang diperbuatnya, tetapi lebih siap dibanding anak-anak," katanya.

Meski demikian, kata dia, kalangan remaja harus diberikan pendampingan dan bimbingan oleh para kader-kader senior dalam mengikuti kampanye, serta mendapatkan jaminan keamanan yang menjadi tanggung jawab partai politik.

Ia menjelaskan sebenarnya pelibatan kampanye dilakukan kepada mereka yang sudah memiliki hak pilih, atau setidaknya hampir memasuki usia yang dipersyaratkan boleh memilih agar hasilnya lebih efektif.

"Pendidikan politik memang perlu diberikan sejak dini. Tetapi kan harus dipertimbangkan sasarannya siapa, kalau anak-anak apa ya efektif? Mereka kan belum memiliki hak pilih, bahkan masih jauh," katanya.

Dibaca : 1039 kali